Tag

Wahai Pribadi yang Hanif,,,
pernahkah engkau menghitung berapa banyak nikmat yang dihidangkan ketika engkau membuka penglihatanmu, menyaksikan indahnya keremangan shubuh yang dihiasi embun di diatas kelopak bunga-bunga nan cantik yang senantiasa bertasbih memuliakan Rabbnya?
—Lalu, bagaimana engkau tidak merasa malu dengan sekumpulan bunga yang berlomba-lomba mentauhidkan dan mengagungkan Rabbnya,,, bagaimana engkau merasa lebih sempurna, tatkala engkau enggan untuk bangun, membasahi tubuhmu yang dihiasi bermilyar kenikmatan dari cinta Rabb mu dengan air untuk mensucikan anggota badanmu,,, bagaimana engkau merasa lebih mulia tatkala tubuhmu terasa berat untuk bersujud menghambakan diri kepada pemilik ragamu,,, bagaimana pula engkau merasa lebih pintar tatkala lidahmu tak basah dengan dzikrullah dan pikiranmu tak pernah mentadaburi kalimat Rabb mu yang sempurna?


“Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon, kedua-duanya tunduk kepadaNYA. (QS. 55:6)

Ikhwah fillah,,,
Pernahkah engkau mengkalkulasi nikmat yang tersaji ketika kedua kaki mu melangkah untuk menjemput rizki dari Rabbmu, lihatlah disana duhai ikhwah… disebatang pohon disisi jalan itu,,, sekumpulan lebah sedang berlomba-lomba mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Dan subhanallah… alangkah mulia nya mereka,, ketika madu yang mereka hasilkan engkau pakai untuk menjaga ketahanan tubuhmu,, engkau nikmati untuk merawat kecantikan kulitmu.
—lalu bagaimana engkau tak merasa risih tatkala ada seorang bocah kecil berlari menghampirimu, berharap engkau sisihkan sedikit dari rizkimu,,, bagaimana engkau merasa lebih dermawan ketika tak kau keluarkan 2,5% dari simpananmu untuk saudaramu yang membutuhkan,,, bagaimana pula engkau merasa lebih mengerti ketika tak kau hiraukan keinginan keluarga dan teman-temanmu yang membutuhkan sedikit waktu luangmu untuk sekedar berbagi, mengukuhkan ikatan silahturahim?

“Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-KU pada hari ini? AKU akan menaungi mereka dalam naungan-KU, pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-KU” (HR. muslim)

Untukmu Jiwa yang Bertauhid,,,
Pernahkah engkau mengukur tingginya nikmat Illahi tatkala penat mengkabutimu? aduhai jiwa yang bersih… lihatlah mentari itu,,, dia lelah menyinari belahan bumi tempat kau menapak,,, tapi dia tak letih untuk menerangi belahan bumi yang lain,,, karena surya itu selalu tunduk dengan perintah Rabbnya. Dia tenggelam dalam pekatnya malam,,, tapi dia memberikan kesempatan rembulan untuk memanfaatkan sedikit sinarnya, sekaligus memberikan peluang untuk selalu tunduk dengan aturan Rabbnya.

—Lalu, bagaimana engkau tak tersindir ketika yang kau lakukan hanya untuk mencari pembenaran atas letihnya badan, yang karenanya engkau bermalas-malasan,,, karena lelah berjuang, engkau habiskan malammu dalam istirahat yang melampaui batas tanpa engkau hiasi dengan muhasabah,,, mengapa tak engkau rindui nikmatnya berkhalwat dengan Rabb mu di 1/3 malam terakhir,,, bagaimana tak kau ambil peluang kepada penlihatanmu untuk menangis memohon ampunan kepada Rabbmu,,, bagaimana kau sia-saikan kesempatan bibirmu untuk berdzikir dan bermunajat hanya kepada Rabbnya?

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya” (QS.55: 16~17)

Duhai diri yang sholih,,, ingatlah setiap detak nafasmu akan dimintai pertanggung jawaban,, muliakanlah diri mu dengan menerima catatan dengan tangan kananmu. Dan akhirilah tujuan hidupmu dengan perjumpaan dengan Wajah Rabbmu kelak di tempat terindah di kelilingi sungai-sungai dan taman-taman yang abadi,,, bersama bidadari-bidadari bermata Jeli.
Subhanallah,,, Alhamdulillah,,, wa Laa Illaha Illallah,,, Allahu Akbar.